oleh

30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin: Susunan 11 Pemain Terbaik Kombinasi Jerman Timur dan Barat

BolaSkor.com – 9 November 1989, tanggal bersejarah bagi warga Jerman, ketika Tembok Berlin yang menjadi simbol pemisah penduduk Jerman Timur dan Jerman Barat dirobohkan oleh massa. Di masa kini, warga Jerman merayakannya sebagai 30 tahun rubuhnya Tembok Berlin.

Hertha Berlin, klub yang mewakili Berlin dan Jerman Barat sudah bergabung dengan liga Jerman sejak 1963. Nama mereka sudah populer terlebih dahulu sebelum rival sekota, Union Berlin, mengakhiri penantian promosi ke Bundesliga pada musim lalu – Union mewakili Jerman Timur.

Sepekan terakhir ini menjadi pekan yang bersejarah bagi sepak bola Jerman. Hertha bertemu untuk kali pertama dengan Union di Bundesliga akhir pekan lalu (Union menang 1-0). Di pekan 11 Bundesliga, Hertha merayakan 30 tahun rubuhnya Tembok Berlin di Olympiastadion, Berlin.

Baca Juga:

Union Vs Hertha: Alasan Derby Berlin Jadi Laga Spesial

Nostalgia – Terakhir Bayern Munchen Kalah 1-5, Edin Dzeko Masih di Wolfsburg

Mengenang Tragedi Robert Enke dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Hertha Berlin lakukan simulasi Tembok Berlin

Sebelum laga pekan 11 dimulai melawan RB Leipzig, simulasi runtuhnya Tembok Berlin terjadi di dalam stadion dengan tembok buatan di tengah lapangan pertandingan yang dirubuhkan menggunakan mobil Trabant, mobil yang diproduksi oleh Jerman Timur pada 1957-1990.

Mobil Trabant menjadi simbol yang meruntuhkan Tembok Berlin di Olympiastadion, lalu kemudian Tembok Berlin sama-sama dirubuhkan oleh warga Jerman.

Dalam sejarahnya, warga bersama-sama merubuhkan Tembok Berlin setelah runtuhnya Uni Soviet serta penerapan sejumlah reformasi liberal yang dilakukan Jerman Timur sebelumnya.

Dengan diruntuhkannya Tembok Berlin maka berakhir sudah sejarah kelam tembok yang pernah menimbulkan kesengsaraan bagi warga kedua kota. Kala Uni Soviet masih ada, banyak korban jiwa bagi warga yang ingin menyeberang dari Jerman Timur ke Jerman Barat.

Tembok Berlin

Pasca Tembok Berlin runtuh pada 1989, Jerman Timur dan Barat menandatangani unifikasi pada 3 Oktober 1990. Tidak ada lagi timnas Jerman Timur atau Barat, cuma ada satu: timnas Jerman.

Mengenang perjalanan panjang Jerman Timur dan Barat sebelum menjadi timnas Jerman, BolaSkor.com akan menuturkan susunan 11 pemain terbaik kombinasi pemain kelahiran Jerman Timur dan Barat. Berikut ke-11 nama tersebut (di tiap posisi berbeda).

1. Manuel Neuer – Jerman Barat (Kiper)

Manuel Neuer

Penjaga gawang berusia 33 tahun lahir di Gelsenkirchen, 27 Maret 1986. Menunjukkan talentanya pada usia 20 tahun di tim utama Schalke, Manuel Neuer memulai debut profesional di Bundesliga pada musim 2006-07.

Lima tahun di Schalke, Neuer pindah ke Bayern Munchen dan masih aktif bermain sampai saat ini. Dia masih berstatus kiper utama timnas Jerman dengan catatan 91 caps dan ada dalam skuat juara Piala Dunia 2014.

2. Marcel Schmelzer – Jerman Timur (Bek Kiri)

Marcel Schmelzer

Legenda Borussia Dortmund yang belum pernah berganti klub dari 2008, sejak memulai debut di tim utama, dan masih aktif bermain sampai kini di usianya yang telah berumur 31 tahun. Schmelzer punya 16 caps dengan timnas Jerman.

Meski bukan yang terbaik di posisi bek, Schmelzer mewakili pemain terbaik untuk posisi bek kiri yang berasal dari Magdeburg, Jerman Timur. Schmelzer, di bawah arahan Jurgen Klopp, meraih dua titel Bundesliga, dua DFB Pokal, dan tiga Piala Super DFL.

3. Mats Hummels – Jerman Barat (Bek Tengah)

Mats Hummels

Nama yang sudah tidak asing lagi di Eropa. Mats Hummels, 30 tahun, lahir di Bergisch Gladbach, Jerman Barat, pada 16 Desember 1988. Dalam kariernya, Hummels hanya bolak-balik berganti klub dari Bayern Munchen, Borussia Dortmund, kembali ke Bayern, dan kini kembali ke Dortmund.

Pengemas 70 caps dan torehan lima gol dengan timnas Jerman layak jadi pemimpin di barisan pertahanan. Hummels juga berandil dalam raihan titel Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa U-21 pada 2009.

4. Matthias Sammer – Jerman Timur (Sweeper/Bek Tengah)

Matthias Sammer

Legenda Dynamo Dresden dan Dortmund, yang sempat bermain di Stuttgart dan juga Inter Milan. Matthias Sammer pernah membela timnas Jerman Timur pada medio 1986-1990, lalu memperkuat timnas Jerman pada periode 1990-1997.

Posisinya adalah sweeper atau pemain terakhir di pertahanan – tapi juga bisa ditempatkan sebagai bek tengah di era sepak bola modern. Pemain kelahiran Dresden, Jerman Timur, 5 September 1967 bergelimang trofi melalui kesuksesan meraih satu titel Liga Champions, Piala Eropa 1996, dua Bundesliga, dan dua Piala Super DFL.

5. Philipp Lahm – Jerman Barat (Bek Kanan)

Philipp Lahm

Ketika memikirkan bek kanan terbaik yang berasal dari Jerman Barat atau Timur, tidak ada lagi nama yang lebih baik ketimbang legenda Bayern Munchen, Philipp Lahm. Bukan hanya bek kanan, Lahm juga bisa bermain sebagai bek kiri, tengah, dan gelandang bertahan.

Tubuhnya tidak tinggi, 1,70 meter, namun Lahm memiliki kemampuan membaca permainan dan beradaptasi di banyak peran. Pemain kelahiran Munich, Jerman Barat, pada 11 November 1983 telah bermain untuk Bayern dari 2002-2017, tampil di 300 laga lebih, dan meraih delapan Bundesliga dan satu Liga Champions.

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BOLA SKOR

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan