oleh

FITUR – Janji Ketua Umum Baru PSSI dan Dongeng Naturalisasi dari Singapura

Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan resmi terpilih sebagai pimpinan baru federasi sepakbola Indonesia, PSSI. Serupa dengan kandidat lain, dalam kampanye pemilihannya, ia juga menyoroti soal naturalisasi pemain asing untuk timnas Indonesia.

Ketua umum baru PSSI tersebut menyebut bahwa banyaknya pemain naturalisasi menjadi penyebab mengapa prestasi tim nasional Indonesia menjadi mandeg dalam beberapa tahun terakhir. Soal naturalisasi ini menjadi bagian lain dari janji dan program pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut selain soal penghapusan match fixing.

“Saya tidak berjanji bila nanti saya terpilih program (naturalisasi) itu akan dikurangi atau dihapuskan. Yang jelas saya tidak akan ditambah lagi. Insya Allah kita akan optimalkan bakat pemain kita. Ada pemain nasional yang sudah latihan di luar negeri,” ujar Iwan Bule seperti yang dilansir Indosports.

Soal naturalisasi ini memang menjadi masalah akut di sepakbola Asia Tenggara. Selain Indonesia, beberapa negara Asia Tenggara lain sebenarnya mengalami situasi yang hampir serupa.

Singapura selalu dianggap sebagai pionir terkait urusan ini. Semua masih ingat bagaimana Indonesia takluk di partai final Piala Tiger (kini Piala AFF) 2004. Pledoi yang selalu digaungkan adalah bagaimana tim Singapura yang bertanding kala itu lebih banyak diperkuat oleh “pemain asing”.

Foreign Talent Sports Scheme Singapura

Keberadaan para pemain naturalisasi di Singapura tidak terlepas dari adanya program Foreign Sports Talent (FST). Program ini adalah skema yang digunakan oleh pejabat dan organisasi olahraga di Singapura untuk mencari dan memfasilitasi migrasi orang-orang non-Singapura yang dianggap memiliki bakat olahraga untuk tampil bagi Singapur di kejuraan olahraga dalam acara-acara olahraga.

FST ini sebenarnya diperkenalkan pada tahun 1993 oleh Asosiasi Tenis Meja Singapura. Di mana kala itu bertujuan untuk meningkatkan standar olahraga lokal dengan mengimpor keahlian olahraga dari warga asing yang berada di Singapura.

Hasinya Pada bulan Maret 2008, diumumkan di Parlemen Singapura bahwa 54 atlet telah mendapat manfaat dari program ini, dan menerima kewarganegaraan Singapura, 37 di antaranya masih aktif bermain/ Pada November 2009, 4,6 persen, atau 39 atlet, dari jumlah total atlet nasional di Singapura adalah warga asing yang merupakan hasil dari skema FST ini.

Sementara di dunia sepakbola, Asosiasi Sepakbola Singapura, FAS, mengadopsi Skema FST pada tahun 2000. Tetapi terbatas pada pencarian bakat untuk tim nasional Singapura untuk tujuan besar yaitu meningkatkan sepakbola Singapura. pilar kunci kedua dari rencana jangka panjang dari FAS.

Pada tahun 2002, Mirko Grabovac (Kroasia), Egmar Gonçalves (Brasil), dan bek Inggris Daniel Bennett untuk memperkuat tim nasional Singapura. Sementara dua pemain Nigeria, Agu Casmir dan Itimi Dickson, masing-masing menerima kewarganegaraan Singapura pada tahun 2003 dan 2004.

Brazil captivate fans in Singapore | The John Dykes Show

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA OLAH RAGA FOX SPORTS

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan