oleh

Andery/Anthony Juarai Ganda Putra Moya Open 2019

Dari sektor ganda putri, Beatrice Gumulya/Jessy Rompies meraih gelar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pasangan Andery Setyawanto/Anthony Susanto menjuarai Moya Open 2019 kategori ganda putra, setelah menundukkan Lucky Candra Kurniawan/Tegar Abdi dengan skor 6-4, 7-5 dalam pertandingan final yang dimainkan di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta Sabtu (12/10). Anthony menyatakan puas dengan kemenangan ini, terutama karena tampil di Moya Open memberi dia jam terbang lebih menjelang SEA Games 2019.

“Kalau fisik sih dari turnamen ini kan bisa membantu ya. Semakin kita banyak main, fisiknya naik sendiri,” kata Anthony saat ditemui setelah pertandingan.

Duet asal Jawa Timur Andery/Anthony relatif tidak terlalu mendapat kesulitan untuk memenangi set pertama. Mengandalkan permainan dari baseline, beberapa kali mereka mendulang poin dari kesalahan-kesalahan lawan. Senar raket Andery sempat putus pada gim kedua set pertam

a. Tetapi permainan dapat segera dilanjutkan setelah ia mengganti raket. Permainan pada set kedua berlangsung lebih ketat. Pasangan Lucky/Tegar mampu menandingi lawannya, dan beberapa kali skor sempat imbang. Tetapi setelah sempat tertinggal 3-5, perlahan-lahan Andery/Anthony mampu mengejar dan membalikkan kedudukan.

Hal itu tidak terlepas dari sejumlah kesalahan pengembalian bola yang dilakukan Lucky/Tegar. Akhirnya pada gim ke-12, Andery/Anthony mampu menutup set dan memastikan kemenangan. Anthony juga menambahkan bahwa ia mengapresiasi permainan yang ditampilkan kedua juniornya yang ia taklukkan, Lucky dan Tegar.

“Lawan hari ini mereka memang masih junior. Tapi mereka masih dapat banyak berkembang,” kata adik petenis nasional David Susanto tersebut.

Dari ganda putri pasangan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies meraih gelar setelah mengungguli lawannya pasangan kembar Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini dengan skor 4-6, 6-3, 10-8. “Itu dua hal yang penting banget untuk main ganda. Terus fokus dan konsentrasi kami masih harus dimaksimalkan lagi,” tambah Jessy. Pertandingan berjalan alot pada awal set pertama.

Kedua pasangan bergantian memenangi enam gim awal. Namun setelah Beatrice/Jessy menggenggam keunggulan 3-2, justru Fitriana/Fitriani mampu mengejar dan berbalik unggul. Setelah skor 4-5, Beatrice/Jessy tidak mampu lagi menambah poin dan takluk 4-6. Pada set kedua, Beatrice/Jessy mendominasi permainan lewat pukulan-pukulan akurat mereka.

Pasangan Jawa Timur ini menggenggam keunggulan 4-1, di saat Fitriani/Fitriana kesulitan menambah poin. Fitriani/Fitriana hanya mampu memenangi tiga gim lagi pada set kedua, sebelum kemudian Beatrice/Jessy mengamankan kemenangan 6-4 pada set tersebut.

Skor imbang 1-1 menyebabkan pemenang harus ditentukan dengan super tiebreak. Pada super tiebreak, Beatricr/Jessy memimpin sejak awal untuk unggul 3-1. Fitriana/Fitriani mampu mengejar sesaat untuk mengubah skor menjadi 3-3 namun lawannya yang lebih berpengalaman kembali unggul 5-3.

Skor ketat terus berlangsung, di mana kedudukan sempat menjadi 6-6 dan 8-8. Tetapi kematangan Beatrice/Jessy menjadi penentu. Mereka memenangi dua poin terakhir untuk mengunci kemenangan 10-8.

Meski memenangi pertandingan dan menjadi juara, Beatrice dan Jessy menyadari bahwa masih banyak sisi permainannya yang perlu dibenahi menjelang partisipasinya di SEA Games 2019. “Ada ya (yang perlu dibenahi). Seperti servis, karena servis yang ngontrol poin dari awal. Servis dan return masih harus dimatengin lagi,” kata Beatrice.

sumber : Antara

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA OLAH RAGA KANAL SEPAKBOLA – REPUBLIKA

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan