oleh

Kejuaraan Dunia 2019: Malaysia Hadapi Persaingan Berat di Ganda Putra

Berita Badminton : Meski terlihat kuat dalam hal jumlah, namun bukan menjadi hal yang mudah bagi sektor ganda putra Malaysia di Kejuaraan Dunia 2019 di Basel Swiss pada minggu depan.

Malaysia memiliki perwakilan maksimum empat pasangan, tetapi untuk pelatih tim nasional Paulus Firman, ini tidak berarti peluang semakin meningkat. Dia percaya standar permainan saat ini sangat kompetitif sehingga bisa menjadi peluang bagi siapa pun, terlepas dari peringkat mereka.

Malaysia akan diwakili oleh pasangan peringkat 10 dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Goh V Sem/Tan Wee Kiong (14 dunia), Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (20 dunia) dan Arif Latif/Nur Azriyn Ayub (37 dunia).

“Ya, Malaysia memiliki empat pasangan di Kejuaraan Dunia, tetapi itu tidak membuat segalanya lebih mudah bagi kami,” kata Paulus.

“Jika Anda melihat undian, Aaron/Wooi Yik sudah lolos ke babak kedua setelah menerima bye di putaran pertama, tetapi mereka kemungkinan akan menghadapi pasangan peringkat 21 dunia, Takuto Inoue/Yuki Kaneko asal Jepang.”

“Dan untuk Yew Sin/Ee Yi, pasangan yang menunggu mereka di babak kedua adalah seniornya, V Shem/Wee Kiong. Ini sudah sulit bagi semua orang di babak kedua karena itulah cara kompetitif ganda putra saat ini. Ini bukan tentang undian,” ungkapnya.

Namun, Paulus merasakan bahwa dominasi beberapa pasangan top dari Indonesia, Jepang dan China dapat dipatahkan jika para pemain Malaysia dapat menemukan konsistensi dalam penyelesaian akhir mereka.

“Tidak seperti pada ganda putri, dominasi negara-negara ini di ajang ganda putra masih bisa dipatahkan.”

“Jika Anda melihat hasil kami terhadap pasangan teratas ini, itu selalu tergantung pada … kami hanya perlu sentuhan akhir. Saran saya kepada para pemain adalah berani,” lanjut Paulus.

“Para pemain akan terlalu berhati-hati dan ketat dalam gerakan mereka ketika pertandingan sudah dekat tetapi mereka harus berani … jika Anda tidak mencoba, Anda tidak akan pernah tahu.”

“Begitu mereka mencapai terobosan itu, maka saya berani mengatakan mereka sudah setara dengan pasangan terbaik dunia. Ini tentang konsistensi dalam penyelesaian yang penting pada akhirnya,” Paulus menambahkan.

Pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong adalah ganda putra Malaysia terakhir yang memenangkan medali di Kejuaraan Dunia ketika meraih medali perak pada edisi Paris 2010 lalu.

Artikel Tag: Aaron Chia Hsin, Soh Wooi Yik, Kejuaraan Dunia 2019

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA OLAHRAGA LIGA OLAHRAGA

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan