oleh

FITUR: Bali United dan Hal Penting yang Mesti Ditiru oleh Klub Lain di Indonesia

PS TIRA-Persikabo tidak terkalahkan di 13 laga Liga 1 2019. Dari semua tim, yang bisa menaklukkan mereka adalah sang pesaing terdekat, Bali United. Hebatnya lagi, Serdadu Tridatu melakukannya di kandang The Army. Sebuah pencapaian hebat.

Kemenangan di Stadion Pakansari memang hanya satu pertandingan. Sementara musim kompetisi masih teramat panjang. Banyak yang menyebut bahwa kompetisi Liga itu seperti rally panjang atau marathon, ketahanan dan konsistensi akan diuji.

Tetapi, keberhasilan Bali United menjadi tim yang mematahkan rekor tak terkalahkan PS TIRA Persikabo sebenarnya memiliki banyak arti. Bukan saja memberikan sinyal bahwa mereka merupakan tim calon kuat juara. Apa yang terjadi di Pakansari setidaknya menunjukan Bali United merupakan klub yang berbeda dengan kebanyakan klub di Indonesia.

Poin yang selalu menjadi perhatian dari Bali United adalah bagaimana klub tersebut dibangun. Aspek yang dimaksud adalah soal fasilitas dan infrastruktur tim. Bagaimana mereka memiliki stadion sendiri, bagaimana mereka memiliki store hampir serupa dengan megastore di klub-klub Eropa, dan bagaimana mereka seperti yang diketahui baru saja melepas kepemilikan mereka ke bursa saham.

Sering disebutkan bahwa selalu ada yang tersembunyi dibalik tabir. Apa yang terlihat dari Bali United boleh dibilang hanya lapisan pertama atau permukaan. Sebenarnya Lebih dari itu, Bali United sedang melakukan hal yang besar di lingkup sepakbola Indonesia.

Lebih tepatnya, Bali United tengah menunjukkan bagaimana menjadi sebuah klub sepakbola kepada tim-tim lain di Indonesia. Ada poin penting yang membuat Serdadu Tridatu menjadi berbeda ketimbang tim-tim lain di Indonesia.

Tentang Target Berjangka dan Rekrutmen

Ada poin paling penting yang bisa dilihat dari Bali United terutama dalam beberapa tahun terakhir; yaitu soal pencapaian.

Apabila ditarik ke belakang, semua ingat bagaimana ketika Bali United awal berlaga di kancah sepakbola Indonesia. Skuat muda yang dilatih oleh Indra Sjafri. Di mana kita ingat cukup banyak penggawa eks-Garuda Nusantara era Indra Sjafri diboyong kesana.

Bali United memulai debut kompetisi penuh mereka di Piala Presiden 2015. Semua masih ingat bagaimana saat itu Serdadu Tridatu membuat kejutan dengan melaju hingga babak perempat final. Tetapi setelahnya mereka seakan memble. Di Turnamen Jenderal Sudirman, mereka berada di dasar klasemen Grup B, dan gagal lolos ke babak selanjutnya.

Mexico coach Gerardo ‘Tata’ Martino looks ahead to managing against his old side Argentina

Kemudian bertanding di Indonesia Soccer Championship, kompetisi dengan model liga pertama mereka, Bali United mengakhiri kompetisi di peringkat ke-12. Setahun berselang, mereka luluh lantak di Piala Presiden 2017. Akan tetapi mereka kemudian tampil luar biasa dan hampir saja menjadi juara di edisi perdana Liga 1 pada tahun 2017 lalu. Saat itu mereka ditangani oleh Widodo C. Putro.

Di Liga 1 2018 lalu, Bali United berada di peringkat ke-11. Sementara musim ini, dari pertandingan demi pertandingan yang sudah dijalani, Serdadu Tridatu menjadi salah satu kandidat juara.

Baca juga: Menyoal Permasalahan Rekrutmen Tim Liga 1 di Musim 2019

Dari pencapaian-pencapaian tersebut, bisa dilihat bahwa tim yang bermarkas di Gianyar ini memiliki target berjangka. Maksudnya, mereka memiliki kejelasan apa yang ingin mereka capai dalam waktu terdekat dan waktu ke depan. Apa yang ingin mereka capai musim ini, dan musim selanjutnya.

Memang pada akhirnya ada jatuh bangun. Tetapi tren yang bisa dilihat adalah bagaimana Bali United akan melakukan perbaikan dengan cepat, dan efektif. Mereka tidak menunggu waktu lama untuk segera bangkit.

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA OLAH RAGA FOX SPORTS

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan